Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Monday, March 1, 2021

Sempat Bahagia

Setelah pengunduran waktu beberapa kali, akhirnya terjadi juga pertemuan online bersama teman-teman sekolah zaman dulu. Total semua ada lima orang dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Namun karena pertemuan ini atas desakan super kuat dari Melati, teman-teman lainnya langsung paham bahwa Melati ingin sampaikan uneg-uneg. Eh, selama ini pun di WAG, Melati yang paling banyak uneg-unegnya.

Melati duduk manis menghadap laptop. Hmm, menandakan ia benar-benar menyiapkan waktu untuk pertemuan zoom ini.

Aster mengenakan sweater dan berada di halaman rumahnya di daerah Dago Atas, Bandung. Ia hanya tampak sesekali dengan gunting ranting di tangannya.

Tulip sudah berada di kantor nyamannya di daerah Simpang Lima, Semarang.

Dahlia masih sarapan yang kesiangan.

Saya juga muncul sesekali, setelah satu baju selesai disetrika. 



Kehebohan saling sapa hanya berlangsung sebentar, lagian kami sudah biasa sapa-sapa di WAG. Lalu Melati mengambil alih percakapan, "Eh, aku sebel deh!" Begitu kalimat pembukanya. 

JENG JENG JEEENNNGGG

Uneg-uneg Melati pertama tentang tidak ada orang yang membantunya mengangkat galon air ke dispenser. 

Aster dengan suaranya yang lembut mengajari Melati untuk menuang sebagian air dalam galon ke wadah lain sampai Melati kuat mengangkat galon berisi air sisa ke dispenser. Sebenarnya itu cara yang praktis untuk dilakukan, tetapi apa komentar Melati? 

"Ah, malas. Nanti musti angkat galon berkali-kali dong karena isinya sedikit. Harus ngepel air yang tumpah."

Aster pun diam. Yang lain juga diam. Malas deh ngejawab.

Ada lagi uneg-uneg Melati tentang ketiga anaknya yang tidak mau membereskan kamar, kantornya yang jauh, dinding rumah yang rembes, kucing tetangga yang sering pup di halaman rumah Melati, dan dua uneg-uneg lainnya.

Hanya sebagian dari uneg-uneg itu yang ditanggapi teman-teman lain dengan solusi praktis, tapi sayangnya Melati punya segudang alasan untuk menihilkan solusi itu dengan suaranya yang manja (baca: ngeselin).

Hingga tiba-tiba terdengar suara berat milik Tulip. "Eh, elo masih sempat bahagia kan?"

Yang lain pun tegang menunggu reaksi Melati, tapi ia hanya diam, sampai akhirnya dia izin pamit mau mandi. Dan bubarlah zoom kitah.

Well, keluhan hanya akan memberatkan hidup. Pilihan ada di kita, mau mencari dan menjalankan solusi atau sibuk mengeluh. Kamu pilih yang mana?


Thursday, April 16, 2015

7 OLEH-OLEH KHAS DARI SUMATRA BARAT


Apa oleh-oleh yang biasa dibawa dari Padang, Sumatra Barat? Keripik sanjay, dakak-dakak, balado teri dan kacang, ikan bilis goreng? Memang itu semua camilan enak dan mudah didapatkan di sentra penjualan oleh-oleh. Tapi ada lagi makanan yang patut dicoba untuk dibawa sebagai oleh-oleh.




Pepes Rinuk

Ada sejenis ikan teri yang hidup di danau, yang dikenal sebagai rinuk. Orang setempat mengolah ikan ini menjadi pepes, dibumbui dengan bawang, daun bawang dan santan. Alhasil, terasa pepes yang gurih. Padat ikan deh. Pepes ini dijual di kios-kios kecil sekitar danau.  Sayangnya, tidak setiap saat pepes rinuk ini tersedia. 


Penanganan untuk dibeli bungkus sangat mudah. Tinggal dimasukkan ke dalam wadah atau bungkusan. Sesampainya di tujuan, pepes ini perlu dikukus sebentar.


Sate Mak Syukur

Memang Sate Mak Sukur bisa ditemui dengan mudah di Jakarta, tapi sate di tempat asalnya, Padangpanjang, memiliki perbedaan. Pertama, ukuran daging lebih besar. Kedua, tekstur daging lebih empuk. Selanjutnya, bumbu kuah lebih terasa sedap. Hal lain, cara menyajikannya pun juga berbeda.

Rumah makan ini buka pagi. Jam delapan pagi dan mereka siap sedia untuk melayani pengunjung yang hendak makan di tempat dan pengunjung yang akan membeli bungkus. Untuk membeli bungkus, pisahkan daging dari kuah. Untuk mengurangi beban, ketupat bisa dibeli/dibuat di kota tujuan saja. Sesampai di tujuan, cukup panaskan daging sate di atas penggorengan dan kukus kuah. Rasanya tidak akan banyak berubah.



RM Pak Datuk

Ada nama yang tertulis di depan RM ini, tapi lebih dikenal dengan RM Pak Datuk. Lokasinya di seberang Sate Mak Sukur Padangpanjang. Pagi-pagi pun RM makan ini siap melayani pembeli. Banyak lauk yang bisa dibeli bungkus, tapi yang juara dendeng batokok. Dendeng sapi yang garing berbalut minyak kelapa yang wangi. Ada cabe hijau yang dimasak sebentar sehingga masih cruchy ketika digigit.  Pedas? Tentunya, tapi lezatnya tidak tertandingkan.





Es Duren Iko Gantinyo

Satu porsi es duren di RM yang terletak di daerah pecinan, Simpang Kinol ini terdiri dari cincau, tebak yang terbuat dari tepung beras, pacar cina, es serut. Bagian atasnya diberi topping fla duren yang melimpah dan dituangi susu kental manis cokelat. Walaupun bukan musim duren, es duren selalu tersedia di RM ini. Saat ini mereka juga punya pilihan lain, es duren campur es krim. Sayangnya, campuran ini tidak meningkatkan rasa es duren, malah sebaliknya.


Untuk membeli es duren yang akan dibawa ke lain kota, sebaiknya pesan atau telepon sehari sebelumnya agar pesanan disiapkan. Es duren ditempatkan dalam wadah plastik bertutup. Cincau dan teman-teman ditempatkan terpisah. 
Ada pengalaman seru ketika membawa es duren ke Jakarta. Petugas bagian check-in di bandara tidak mengharuskan meletakkan kardus berisi es duren dalam bagasi, tapi di boarding room, ada petugas yang menanyakan isi kardus. Setelah dijelaskan, petugas meminta kardus itu dimasukkan ke dalam bagasi dengan alasan aroma duren. "Sama sekali tidak ada aroma duren yang keluar dari kardus." Sanggahan yang dilakukan tiga remaja, teman perjalanan kali itu. Petugas mengendus kardus berkali-kali dan akhirnya mengijinkan kardus berisi es duren masuk ke cabin. Setiba di Jakarta, es duren masih beku. Setelah dibiarkan sejenak, es duren siap untuk dinikmati.

RM ini selain menyediakan es duren, ada makanan dan minuman lain. Umumnya pengunjung datang untuk Es Duren. Untuk makanan, pengunjung bisa memesan gado-gado, tentunya gado-gado ala Minang yang berbeda dari gado-gado yang umumnya dijumpai di Jakarta. Gado-gado Minang pakai daun selada segar dan mi kuning. Sate juga tersedia di sini.

Di seberang RM ini juga ada Es Duren Ganti Nan Lamo. Tidak ada yang bisa diceritakan karena belum ada pengalaman membeli bungkus dari tempat ini.



Sate Danguang-danguang

Jangan lewatkan sate di daerah Simpang Kinol. Gagrak sate ini berbeda sangat dari sate Mak Syukur. Lidi sate panjang dan berwarna kuning kecokelatan. Ukuran sate seperti pada umumnya, dagingnya empuk dan dibumbui dengan sempurna. Kuahnya yang berwarna kuning, tidah hanya terasa gurih, ada juga rasa manis yang menyisip. Pantas dicoba.

Restoran ini buka sore hari, sehingga kalau ingin membeli bungkus untuk dibawa pagi hari, lakukan pesanan sehari sebelumnya. Mereka akan menyiapkan sate siap ‘angkut.’ Tips yang sama seperti membeli sate Mak Syukur, pisahkan kuah dari daging.



Soto Garuda

Di jalan S. Parman, seberang Taman Makam Pahlawan ada RM Soto Garuda. Menu yang spesial di RM ini tentu saja Soto Padang. Pengunjung bisa memilih daging atau jerohan yang dimasukkan ke dalam soto. Selain daging, soto ini berisi perkedel dan suun. Kuahnya gurih, sayang ukuran porsinya kecil. dari dulu, ini satu keluhan tentang soto Padang. Satu porsi belumlah cukup untuk menikmati soto ini.


Untuk beli bungkus, mereka akan memisahkan isi dari kuah. Perlu ekstra hati-hati untuk penanganan kuah soto. Sampai di tujuan, tinggal panaskan kuah dan tuang di atas isi soto.



Soto Simpang Karya

Walaupun tempatnya agak terbuka, di simpang jalan Dobi, soto di tempat ini perlu diacungi juga. Biasa pelayan sudah menyiapkan isi soto dalam mangkuk-mangkuk sehingga ketika ada pesanan, ia hanya tinggal menuangkan kuah panas. Ukuran soto satu porsi juga kecil (ukuran mangkok ini rasanya perlu ditanyakan), tapi padat isi. Daging, perkedel, suun dan taburan seledri yang melimpah. Dagingnya empuk. Dibanding soto Garuda, rasanya sama-sama enak, tapi ada perbedaan tingkat keasinan masakan. Tips yang sama untuk beli bungkus, minta isi soto dan kuah dipisah.



Jadi, sudah tentukan pilihan? Ayo kejutkan orang rumah dengan membawa oleh-oleh lezat lainnya dari Padang.

Sunday, June 15, 2014

Tips Membuat Judul Cerita - Tips Dari Nenek - Klinik Cerita - Bobo Online

Tips Membuat Judul Cerita - Tips Dari Nenek - Klinik Cerita - Bobo Online

Ketika akan masuk toko, pasti kamu mengintip barang di etalase. Begitu juga dengan cerita. Sebelum membaca isi cerita, pasti pembaca akan melihat judulnya dulu. Kalau menarik, pembaca masuk. Kalau tidak menarik, lewat, deh! Nah, Nenek punya beberapa tips membuat judul cerita .
1.   Jangan Menceritakan Isi dalam Judul.
Apa yang kamu bayangkan ketika membaca judul sebuah cerpen “Akhirnya Adik Tidak Nakal Lagi”? Pasti yang terbayang adalah cerita tentang seorang adik yang sering berbuat nakal pada kakaknya. Karena sesuatu hal, si adik sadar, kemudian tidak lagi berbuat nakal pada kakaknya. Enggak seru, kan, kalau kita bisa menebak isi ceritanya?
2.   Bikin Pembaca Penasaran.
Pasti akan berbeda ketika kamu membaca judul cerpen yang lain, misalnya “Roket Meleset”. Apa yang terpikir? Judulnya lucu? Kenapa ada roket bisa meleset? Lalu, kamu pun penasaran untuk membaca cerpen itu!
Membuat Judul Cerita
3.   Sesuai dengan Isi Cerita.
Eits, namun, bukan berarti kita bisa sembarangan membuat judul dengan kata yang aneh-aneh, lo! Meskipun mengandung kata unik dan bombastis, judul harus tetap sesuai dengan isi ceritamu. Kalau judulnya Roket Meleset, ceritanya juga harus tentang roket yang meleset. Entah apanya yang meleset, itu terserah kamu sebagai pembuat cerita.
4.   Bebas Memilih Waktu.
Kamu bebas membuat judul sebelum atau sesudah menulis cerita. Kalau lebih mudah untukmu membuat judul dahulu baru menulis isi ceritanya, silakan. Tetapi, tidak salah juga kalau kamu lebih suka untuk menulis cerita, kemudian membuat judulnya belakangan.
Judul Cerita
5.   Buatlah Alternatif.
Jika kamu ingin belajar membuat judul yang menarik, cobalah membuat beberapa pilihan judul. Kamu boleh menulis lima, delapan, atau sepuluh judul untuk satu ceritamu. Rasa-rasakan, mana di antara pilihan judul itu yang paling pas.
Nah, selamat mencoba, ya! ^_^
Sumber foto: dok. Bobo, philippawerry.blogspot.com, giftgenies.com

Wednesday, May 21, 2014

Bagaimana Memulai Cerita? - Tips Dari Nenek - Klinik Cerita - Bobo Online






mulai cerita



Kepingin menulis cerita, tetapi tidak tahu cara memulainya? Cobalah membuka ceritamu dengan sebuah dialog. Ini adalah salah satu cara yangbisa kamu pakai untuk memancing perhatian pembaca. Apa isi dialognya?
Tentu saja yang sesuai dengan isi ceritamu. Sebelum membuat cerita,sebaiknya kamu memang menentukan alurnya. Kamu bisa membuat kerangkaceritamu. Nah, ketika harus memulai kalimat pertama, kamu bisamembuatnya dalam bentuk dialog.
Kamu juga bisa membuka ceritamu dengan menampilkan konflik. Misalnya, cerita dibuka dengan adegan seorang anak perempuan yang menangis karena nilai ulangannya nol. Setelah itu, baru mengalir cerita kenapa anak itu bisa dapat nol, bagaimana dia menyampaikan hal itu pada orang tuanya,dan seterusnya.

Jangan terlalu panjang dan bertele-tele ketika membuka cerita.
Pembuka cerita berfungsi untuk menggiring pembaca menuju cerita yang akan kita tampilkan. Kalau pembukaannya saja sudah terlalu panjang,pembaca akan bosan duluan. Bukannya melanjutkan ke inti ceritanya,pembaca akan meninggalkan ceritamu tanpa peduli bahwa sebenarnya isi ceritamu bagus.

Ciptakan suasana seru yang bikin penasaran di awal ceritamu.
Misalnya, kamu ingin membuat cerita tentang persahabatan anak yang kutu buku dan anak yang sangat membenci buku. Nah, akan seru kalau cerita dibuka dengan adegan ketika si kutu buku menemukan buku kesayangannya yang dirobek-robek. Kebetulan, si benci buku sedang memegang gunting. Hmm, benarkah si benci buku yang menghancurkan buku itu? Buatlah pembaca
menjadi penasaran, ya!

Oya, sebisa mungkin, jangan kamu paparkan dulu isi cerita dan pemecahan masalah di awal cerita. Kalau sudah diceritakan di depan, pembaca tidak akan penasaran lagi pada ceritamu.

Sudah banyak tips yang diberikan. Jadi, bagaimana kamu akan mengawali ceritamu? Jangan hanya dipikirkan, tetapi segera tulis ceritamu, ya!


Sumber:
Bagaimana Memulai Cerita? - Tips Dari Nenek - Klinik Cerita - Bobo Online

Wednesday, April 23, 2014

Twist, Bikin Cerita Makin Enggak Ketebak! - Tips Dari Nenek - Klinik Cerita - Bobo Online

stock-photo-portrait-of-a-surprised-child-on-a-white-background-68531200Pernah enggak, sih, kamu baca cerita yang akhirnya mengejutkan? Yang kamu pikir jahat, ternyata baik, yang kamu pikir baik, ternyata bleh… jahat! Atau kamu kira tokoh utamanya akan gagal ampun-ampunan, eh tiba-tiba berhasil dengan gemilang! Itulah twist!

Arti kata ‘twist’ adalah memuntir. Yap, gampangnya, twist  adalah suatu kejadian yang memuntir balik semua yang selama ini diyakini pembaca.Sebetulnya membuat twist cerita itu mudah sekali. Ini langkah-langkahnya.

1.  Tentukan akhir ceritamu.




stock-vector-illustration-of-a-little-boy-on-a-treasure-hunt-68005285



Misalnya, kamu membuat cerita tentang Harriet yang ingin menemukan harta karun keluarganya.
Kamu ingin di akhir cerita Harriet berhasil menemukan harta karun keluarganya. Nah, sebelum Harriet berhasil, buatlah adegan-adegan yang menunjukkan Harriet akan gagal. Harriet sudah putus asa, Harriet nyaris tertangkap, Harriet terguling ke lubang dalam. Wah, pokoknya nasib Harriet malaaang sekali. Di saat Harriet sedang bernasib amat buruk itulah, munculkan sesuatu yang mengubah keadaan.

2. Tanamkan kebenaran itu dalam ceritamu.
Twist yang berhasil akan membuat pembaca bertanya, “Ha? Kok bisa?!”
Lalu, saat pembaca itu memeriksa kembali ceritamu, mereka akan menemukan petunjuk-petunjuk yang mendukung kebenaranmu itu. Hanya saja mereka terlewat.
Misalnya, dalam kasus Harriet. Harriet tampak akan gagal, tetapi
tiba-tiba mendapat bantuan dari Pak Blot, orang yang selama ini Harriet
anggap musuh. Yap, ternyata Pak Blot yang dikira jahat itu, baik hati!
Saat dirunut-runut lagi, ternyata setiap kali ia melakukan sesuatu yang membuat Harriet kesal, ternyata dia sedang menolong Harriet.


3. Beri latar belakang yang logis untuk twist-mu.
Nah, ini super penting. Kalau pembaca merasa twist-mu mengada-ada, uuuh… pembaca malah akan merasa tertipu.
Lagi-lagi dalam kasus Harriet, kita perlu memberi penjelasan, kenapa Pak Blot mau menolong Harriet. Kita juga harus menjelaskan, kenapa ia menolong Harriet secara diam-diam. Kenapa tidak menolong secara terang-terangan.


4. Twist yang di-twist!


treasure-chest



Ini dia, dewanya twist! Sudah ada twist, eeeh… ternyata twist itu dipuntir lagi. Wuiih…. Misalnya, nih, Harriet akhirnya berhasil mendapatkan harta keluarga berkat bantuan Pak Blot. Aih, bukannya berterima kasih, Harriet malah mencelakakan Pak Blot! Harriet ingin menguasai harta itu sendirian. Wah… selama ini kita pikir Harriet baik hati, ternyata…


Huffhhh… tetapi membuat twist rangkap ini susah bukan main. Karena ceritanya harus tetap masuk akal! Kalau sampai mengada-ada, ah, lebih baik enggak usah pakai twist deh!


Bagaimana? Susah enggak, bikin twist? Buat Nenek, sih, susaaaah… Tetapi Nenek akan terus berusaha membuatnya, karena twist akan membuat cerita kita tambah seru. Semangaaat! ^_^


ilustrasi: istimewa
Sumber:
Twist, Bikin Cerita Makin Enggak Ketebak! - Tips Dari Nenek - Klinik Cerita - Bobo Online

Friday, February 7, 2014

Tips Menulis Fiksi Horor untuk Pemula

oleh Benny Rhamdani

1. Mulai dengan menyusun daftar ide tulisan. Ingat, semakin banyak ide, semakin membantu kita untuk memilih ide yang akan ditulis. Prioritaskan ide yang original/asli, unik, dan belum banyak ditulis. Karenanya penting sekali membaca banyak referensi sebelumnya agar tahu peta fiksi horor yang akan kita terjuni. Jangan puas hanya dengan membaca 2-3 karya fiksi horor. Pilih referensi yang benar-benar populer dan berkualitas dari dedengkotnya.
Setelah memilih ide, cobalah untuk mulai memikirkan hal-hal yang tidak ingin terjadi dalam hidup kita juga orang lain. Semakin menakutkan, semakin baik. Coba pula untuk membayangkannya di malam hari.

Contoh:
-. Ide yang kita pilih adalah 'Permainan Ciluk Ba!"
-. Lalu kita membayangkan menjadi anak kecil didatangi seorang baby sitter. Dia melakukan permainan ciluk Ba. Ketika ciluk, babysitter itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Saat bilang Ba, dia membukanya lalu wajahnya berubah jadi badut (atau hal lain yang menakutkan).



2. Perhatikan detail elemen di dalam tulisan. Seperti halnya menulis genre lainnya, menulis fiksi horor harus memerhatikan detail elemen yang dihadirkan. Mulai dari tokoh utama sampai minor.Alasan kita harus mengambil setting di luar negeri (karena menghindari hantu-hantu pasaran yang malah menggiring ke cerita mistik), bahkan plot yang kita pilih. Apakah kita benar-benar perlu dengan sosok penjelmaan yang menyeramkan? Kalau kita hadirkan urband legend lokal, referensi yang kita miliki sebanyak apa. Jangan sampai ada celah pembaca bertanya-tanya. Yakinkan bahwa setiap yang kita tulis, kita tahu jawabannya.

contoh:
Kenapa memilih badut sebagai karakter untuk menakut-nakuti?
Sebuah sumber dari google (misalnya): survey menyebutkan bahwa 75% anak (bahkan sampai dewasa) takut dengan badut, terutama dengan mata besar.

Monday, November 5, 2012

TIPS: Cerita dengan Pesan Moral


Cerita yang baik adalah cerita yang sarat dengan pesan moral. Ah, kata siapa? Cerita yang baik itu cerita yang seru dan menyenangkan. Syukur-syukur cerita itu bisa mengajak kita berbuat kebaikan.
Bagaimana dengan cerita di bawah ini?


HANYA MINTA SATU SAJA

            “Halo, Bapak Irawan Hakim Siregar, ada?” tanya Anin.  Tangan kiri Anin memegang gagang telepon dan tangan kanannya menunjuk satu nama di buku telepon.
            “Ini siapa?” tanya suara laki-laki dari seberang.  Di latar belakang, terdengar bunyi berbagai macam mesin, seperti suasana di pabrik.  Ramai sekali.
            “Anin.”
            “Aming?  Yang pemain film itu?  Weleh-weleh, kejutan besar.  Ada apa, nih?” tanya laki-laki itu bersemangat.
            “Ini Anin.  Anin.”  Anin mengulang namanya lebih keras.
            “Oh, bukan Aming.  Iya…iya, saya sudah dengar, tidak perlu teriak, Amin.”
            Semula Anin ingin membetulkan namanya, tetapi dia berubah pikiran.  Ah, biarlah.  Anin meneruskan, “Bapak Irawan Hakim Siregar, ada?”
            “Apa?”  
Bunyi mesin-mesin itu terus saja terdengar jelas.  Suaranya menderu-deru.  Anin membayangkan itu bunyi mesin penggiling biji-bijian seperti yang pernah dilihatnya di televisi.
            Anin mengulang pertanyaan dengan suara keras.  Dalam hati dia berdoa, semoga Bapak ini tidak marah karena mengira Anin tidak sopan.
            “Iya…iya.  Ini saya.  Dari mana kamu tahu nomor telepon ini?” tanya Pak Irawan.
            Anin menjelaskan bahwa sepulang sekolah dia menemukan dompet di pinggir selokan.  Di dalamnya ada KTP, SIM dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).  Berdasarkan nama di KTP itu, Anin menemukan nomor telepon Bapak Irawan di buku petunjuk telepon.
            “Benar itu.  Iya…iya.  Dompet saya hilang minggu lalu.  Di mana rumah Amin?”
            Setelah beberapa kali mengulang dengan suara keras, Anin berhasil memberitahu Pak Irawan alamat rumahnya.
            “Iya…iya.  Sebentar saya datang,” janji Pak Irawan.
            Dua jam kemudian, ketika Anin sedang menyiram tanaman, Pak Irawan datang dengan mobil hitamnya yang mewah.  Tiba-tiba Anin teringat pesan Farid, teman sekolahnya, “Jangan lupa minta hadiah dari pemilik dompet ini.” 
Setelah berkenalan sebentar, Anin menyerahkan dompet hitam milik Pak Irawan.  “Ini dompetnya, Pak.  Semua ada di sini.”
            Pak Irawan tersenyum lebar ketika melihat dompetnya.  “Iya…iya.  Ini benar dompet saya.”  Setelah memeriksa isinya, KTP, SIM dan STNK, Pak Irawan merangkul bahu Anin erat.  “Terima kasih, Amin.”
            “Nama saya Anin, Pak.  Bukan Amin,” kata Anin sopan.
            “Oh, Anin?  Baik… baik.  Sekarang saya mau kasih Anin hadiah.  Anin mau hadiah apa?”  Pak Irawan menunggu jawaban Anin.
            Walau pesan Farid terus terngiang-ngiang, Anin menjawab sopan, “Ah, enggak.” 
Ketika Anin menjawab, sebuah bajaj melintas di depan rumah Anin.  Suaranya bising sekali.  Pak Irawan saja sampai menutup kuping dengan tangannya.  
“Mangga?  Kamu mau mangga berapa?” tanya Pak Irawan.  “Saya memang kerja di pabrik pengolahan buah-buahan, untuk dijadikan minuman dan selai.  Di sana ada bermacam-macam buah.  Segar-segar lagi.”
Kali ini Anin kaget.  “Tidak, Pak.  Tidak usah,” jawab Anin dengan suara agak keras.
“Tetapi saya ingin sekali memberimu hadiah.  Saya senang dompet dan kartu-kartu ini kembali.  Iya…iya.  Coba bilang, kamu mau apa?”  Pak Irawan tersenyum ramah melihat Anin.
            Anin ragu antara bilang atau tidak, tetapi pesan Farid terngiang-ngiang lagi.  Akhirnya Anin memberanikan diri.  “Benar?  Anin boleh minta hadiah?” 
            “Ayolah, sebut saja.  Saya akan senang sekali memberinya…,” bujuk Pak Irawan.
            “Boleh minta apa saja?”  Sebenarnya ada satu benda yang sudah lama Anin inginkan.  Benda yang sekarang digenggam Pak Irawan.
            “Iya…iya.”
            “Anin mau Blackberry, Pak,” jawab Anin sambil memandang Blackberry yang ada di genggaman tangan kiri Pak Irawan.
            Pak Irawan tersenyum.  “Iya…iya.  Sekarang memang banyak yang suka.  Kamu mau berapa?”
            Waduh, bapak ini baik hati sekali.  “Hanya minta satu saja, Pak.”
            Pak Irawan berpamitan dan berjanji akan kembali esok sore.
            ***
            Ketika bel rumah berbunyi, Anin langsung berlari ke luar rumah.  Dia yakin Pak Irawan akan datang membawa hadiah untuknya.  Dan benar saja.  Pak Irawan berdiri di depan pagar, menjinjing satu tas kertas kecil.
            “Hai, Anin,” sapa Pak Irawan ramah.
            Anin membukakan pintu pagar dan menyalami Pak Irawan.
            “Ini yang Anin minta.  Blackberry.”  Pak Irawan mengangkat tas kertasnya tinggi. 
            “Terima kasih, Pak.”  Ingin rasanya Anin melompat dan berteriak senang karena mendapat Blackberry. 
            Pak Irawan menyerahkan tas kertas itu dan berpamitan.
            Setelah mobil Pak Irawan berbelok di ujung jalan, Anin menengok isi tas kertas itu.  Tampak satu kotak kue plastik berwarna biru.   Hmm, kenapa Blackberry ditaruh di kotak kue?  Anin mengangkat kotak kue tersebut.  Kok dingin, seperti baru ke luar dari kulkas?  Sambil berjalan ke teras, Anin membuka kotak kue dengan hati-hati.  Tutupnya rapat sekali, sehingga Anin harus mengerahkan banyak tenaga menarik tutupnya.  Tadaaaa…  Sekejap, Anin terbelalak.  Tetapi tak lama kemudian, Anin tertawa.  Di dalam kotak kue tampak sebuah blackberry segar sedang berguling-guling. 
Anin mengharapkan dapat Blackberry seperti yang dimiliki oleh teman-temannya, tetapi yang dia terima dari Pak Irawan adalah buah blackbery segar.  “Hahaha, beginilah, kalau mengharapkan hadiah…” 

(Antologi: Detektif Sok Tau, 2010, Human Books)