Susahnya mencari makanan halal di Manado, sangat banyak terobati ketika
menemukan RM Nasi Kuning Saroja yang berada di Jalan Diponegoro, tidak jauh dari Hotel
Sahid Kawanua. RM ini berdiri sejak tahun 40-an, begitu yang tertulis di papan nama rumah makan.
Menu utama sudah pasti nasi kuning khas Manado yang
dipenuhi suwiran ikan cakalang, kering kentang, sambal dan lauk
lainnya. Pagi itu, menjelang jam 8, sudah banyak pelanggan yang datang. Pemiliknya yang muslim dan ramah
mengantarkan saya melihat dapur.
Beberapa orang masih sibuk mengolah nasi kuning. Satu hal yang menjadi catatan saya, rumah makan ini memiliki dapur yang kering dan bersih. Tidak ada sampah tercecer di lantai. Semua bahan berada dalam panci dan baskom.
Seorang ibu dengan penutup rambut, sedang menyiapkan nasi
bungkus. Pertama, ia mengambil daun lontar dan mengisinya dengan nasi
dan lauk lainnya. Kemudian daun itu diikat dengan ujung daun. Bentuknya unik.
Mari
mulai mencicipi nasi kuning Saroja. Nasi itu dibumbui dengan lengkap dan
dalam komposisi seimbang. Taburan ikan cakalang menambah rasa gurih.
Sambal digoreng dengan minyak yang banyak sehingga harum dan meninggalkan rasa gurih.
Akhirnya, sebelum meninggalkan tempat, saya memesan beberapa bungkus nasi kuning untuk bekal di perjalanan. Ini akan jadi tempat makan yang saya kunjungi saat berada di Manado lain waktu.
Thursday, November 13, 2014
MANADO: Nasi Kuning Saroja
Labels:
Kuliner,
Manado,
Perjalanan,
Sulawesi Utara,
Tempat Makan
Wednesday, November 12, 2014
PADANG PANJANG: Sate Mak Syukur
Saya tidak mau melewati kesempatan makan di Sate Mak Syukur
setiap melewati Padang Panjang. Dagingnya yang empuk, ditambah aroma kuah yang
penuh bumbu selalu berhasil menarik minat makan saya.
Berada di pinggir jalan raya, bangunan ini terdiri dari dua
lantai. Keduanya dijadikan tempat bersantap. Seperti umumnya rumah makan Minang
lainnya, pelayan di sini pun laki-laki. Beberapa berkunjung, saya belum pernah
melihat pelayan perempuan. Pelayan ini bekerja cepat, menanyakan pesanan dan
membawakan pesanan dalam waktu singkat.
Kini, saya pun menunggu kesempatan selanjutnya untuk
berkunjung ke Sate Mak Syukur di Padang Panjang.
Labels:
Kuliner,
Padang,
Perjalanan,
Sumatra Barat,
Tempat Makan
ARTOTEL: Hotel di Tengah Kota
Satu lagi tempat menginap yang bisa dijadikan pilihan untuk pendatang di Jakarta dan berkegiatan di pusat kota. Hotel ini menghadap ke pusat perbelanjaan Sarinah dan memiliki akses untuk mendapatkan alat transportasi umum.
Gambar pada dinding luar bangunan ini sedikit membingungkan jika dilihat pada saat terang, tapi tunggulah hingga malam. Ada kesan khusus dan misterius yang timbul dari gambar ini.
Petugas hotel ramah dan kualitas makanan yang disajikan sesuai dengan harga yang ditawarkan. Kamar bersih dan tertata apik. Sempat 'menipu' mata saya, bentuk kursi yang disediakan dalam kamar unik.
Neilson Hays Library: Alternatif Lain di Bangkok
Terletak dalam area yang sama dengan Neilson Hays Library, garden cafe ini
mudah ditemukan. Bangunan berwarna putih dengan kaca jendela berukuran besar
dan langit-langit yang tinggi. Selintas seperti menjejakkan kaki ke jaman dulu. Bangunan yang tidak besar ini tampak keren dan sekaligus membuat tamu merasa nyaman. Ketika saya datang, beberapa tamu sedang asik membaca buku.
Pilihan makanan tidak terlalu banyak, begitu juga dengan minuman. Mereka tidak menyediakan nasi uduk, tapi mempunyai kopi dan jus jeruk yang cukup untuk menghilangkan haus setelah dari perpustakaan. Ada cakes dan pastry juga.
Pelayannya ramah dan sopan.
Pilihan makanan tidak terlalu banyak, begitu juga dengan minuman. Mereka tidak menyediakan nasi uduk, tapi mempunyai kopi dan jus jeruk yang cukup untuk menghilangkan haus setelah dari perpustakaan. Ada cakes dan pastry juga.
Pelayannya ramah dan sopan.
Colette & Lola: Interior Unik
Pertama kali masuk ke toko ini, Colette & Lola di jalan Senopati, Jakarta, saya lebih tertarik pada hiasan
yang memenuhi ruangan. Pegangan pintu kaca yang berbentuk kue, papan tulis
dengan berbagai bentuk huruf, peralatan masak dengan warna-warna menarik, kotak-kotak
unik di lemari kaca. Ah, semua itu hampir mengalihkan perhatian saya dari
cakes.
Pilihan cake banyak dan lumayan sering berganti: hazelnut,
kopi, cokelat pahit. Bentuk cake-nya pun unik-unik, ada yang berbentuk lego,
minion dan panda. Colette & Lola juga menyediakan maccaroon dan cupcakes.
Pelayannya cukup informatif, menjelaskan rasa dan bahan-bahan tambahan pada
cake.
Kursi dan meja disediakan untuk tamu, tapi dalam jumlah terbatas. Sebaiknya, rencanakan beli cake untuk dibawa, bukan makan di tempat. Cake yang dibawa akan ditempatkan dalam kotak cantik, dilengkapi dengan bahan pendingin sehingga cake tidak mudah lumer.
Subscribe to:
Posts (Atom)