Wednesday, January 29, 2014

Ketika Amay Bertugas





Raja Zhorifiandi dan Paman Patih dari negeri Kalomolomo mendadak harus mengunjungi negeri lain. Untuk mengurus negeri Kalomolomo selama kepergiannya, Raja Zhorifiandi menugaskan Amay.
Penduduk Kalomolomo mula-mula bertanya-tanya tentang penunjukkan Amay. “Kenapa Amay?” tanya mereka. Tapi tidak ada satupun penduduk yang mengetahui alasan penunjukkan itu. Segera mereka melupakan pertanyaan itu karena mereka lihat Amay mau mendengarkan keluh-kesah penduduk. Sikap yang sama seperti Raja Zhorifiandi.
Suatu kali Cristin, pembuat perhiasan dari beling, menemui Amay. “Amay, aku sedang dalam kesulitan.” Muka Cristin muram. Ia seperti orang paling malang di negeri Kalomolomo.
“Ada apa?” tanya Amay penuh perhatian.

Cristin mengeluhkan penduduk yang tidak menggunakan barang-barang dari kaca. Sehingga mereka tidak mungkin lagi memecahkan barang-barang kaca dan membuang beling. “Kalau begini terus, bagaimana bisnisku?” keluh Cristin. “Masa aku harus memecahkan piring-piringku sendiri?”
Pagi-pagi sekali Amay membuat keputusan yang langsung dibacakan oleh Dani, petugas istana. Bunyi keputusan itu mengharuskan penduduk negeri Kalomolomo menggunakan barang-barang dari kaca.
Penduduk mula-mula kaget mendengar keputusan itu. Tetapi mereka menuruti keputusan yang dibuat Amay. Pasti Amay bermaksud baik, pikir penduduk.
Selang dua hari, Tabib Eko tampak terburu-buru datang ke tempat Amay. “Amay, bagaimana ini?” tanya Tabib Eko.
“Bagaimana apa?” tanya Amay bingung.

Baca kelanjutan ceritanya, ya.

Judul: Ketika Amay Bertugas
Penulis: Erna Fitrini
Majalah: BOBO 41 XLI 16 Januari  2014


No comments:

Post a Comment